Finasel – Di beberapa tahun belakangan ini, tahun 2017 lalu, Indonesia sangat sering mengalami bencana alam. Bencana alam yang sering terjadi berupa banjir, tanah longsor, gempa bumi, badai bahkan hingga kebakaran. Kebakaran sendiri merupakan suatu bencana yang diakibatkan bisa dari alam dan juga bisa sengaja dibuat oleh manusia. Sering kita dengar sejak beberapa tahun belakangan ini berbagai berita mengenai kebakaran misalnya kebakaran hutan.

Salah satu anak perusahaannya bernama PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), yang mana merupakan produsen kertas dan bubur kertas terbaik di Indonesia, bersiaga penuh untuk mengantisipasi kebakaran lahan seiring mulainya musim kemarau di Sumatera. Dalam hal ini RAPP menyiapkan brigade kebakaran yang sangat terlatih dan melakukan monitoring rutin melalui satelit untuk pencegahan kebakaran lahan. Jika tidak segera diantisipasi akan berakibat bencana kabut asap. Dan jikalau tidak ada hujan dalam lima hari, maka kebakaran lahan bisa saja terjadi ditambah dengan cuaca diperkirakan kering hingga pertengahan bulan Maret.

Foto : news.detik.com

Maraknya pembakaran ilegal dengan sedikitnya curah hujan di Sumatera sejak akhir Januari lalu berpotensi menyebabkan kebakaran lahan. PT RAPP melaporkan telah terjadi kebakaran lahan di luar konsesi perusahaan telah mecapai lebih dari 320 hektar. PT RAPP sendiri selalu melakukan patroli udara dan darat untuk memastikan upaya pencegahan kebakaran dapat optimal di area konsesi miliknya. Mereka juga telah berinvestasi untuk peralatan pengelolaan hutan tanpa bakar termasuk juga melakukan pelatihan pencegahan kebakaran.

Selain itu juga PT RAPP melakukan pendekatan yang proaktif dengan mengintegrasikan teknologi pengelolaan hutan lestari dengan sistem deteksi dini dalam manajemen pencegahan kebakaran. Mereka juga melakukan pelatihan terhadap masyarakat sekitar daerah konsesi yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA)  untuk menumbuhkan kesadaran kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar. Selain itu juga, masyarakat diajarkan bagaimana mendeteksi sedini mungkin adanya titik api yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran hutan dan bagaimana merespon serta melakukan reaksi cepat untuk pemadamannya.

Mitigasi penanggulangan bahaya kebakaran, tambahnya, penting dan perlu untuk disosialisasikan kepada MPA. Sampai saat ini mereka telah melakukan patroli melalui udara, air dan darat setiap hari. Pengoptimalisasian bantuan melalui heli, truk pemadam kebakaran serta patroli airboat yang dapat dilakukan di darat maupun di air.

Kebakaran hutan dapat menimbulkan kerugian yang yang sangat besar. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat tetap wasapada meski saat ini Indonesia sedang mengalami musim penghujan. Perusahaan kehutanan dan perkebunan yang memanfaatkan sumberdaya lahan dianjurkan uga agar melengkapi sarana dan prasaranan pengendalian kebakaran hutan yang memadai. Selain itu juga, Kementerian Kehutanan menetapkan batas toleransi sebanyak 19.316 hot spot pada tahun 2014 untuk menekan kebakaran hutan dan lahan. Kemenhut memiliki target untuk mengurangi hot spot sebanyak 20 persen per tahun dibandingkan jumlah rata-rata titik api pada tahun 2005-2009 yang sebanyak 58.890 titik. Dan itulah cara Riau Andalan Pulp & Paper menumbuhkan kesadaran kebakaran sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5A97DC84CEEBB